.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Senin, 13 Oktober 2014

Liburan - Dinamika

Assalamualaikuuuuuuum!

Akhirnya berniat berkesempatan nulis blog lagi. Fyi aja niatan untuk menulis ini membuncah ketika baru saja aku liat tugas matkul Keuangan Publik yang…ahhhh sudahlah…curhat buat blog aja dulu :D Jujur aja udah lama sebenernya pengen nulis tapi ya terbentur berbagai alasan #halah. Alhasil kebanyakan yang pengen diceritain.

Melirik postingan terakhir yang sudah cukup lama, dalam rentan waktu itu sampai saat ini terjadi buanyaaak kejadian. Aku mungkin bisa cerita singkat-singkatnya aja, biarlah semua memorinya terekam manis hanya dalam ingatan. Ea.

Liburan lebaran kemarin asik sekali saudara-saudara. Mudik ke Boyolali kampung halaman Bapak. Jalan-jalan ke sana kemari, makan ini itu banyak sekali, temu rindu dengan sanak saudara. Nih beberapa fotonya:
Pantai Drini, Gunung Kidul, Jogja

Pantai Drini w/ family <3
Ketep Pass (Perbatasan Merapi dan Merbabu)


Abis libur langsung UAS. Mantap bangetlah, segala pernah sekali terlambat sedikit. Nungguin IP keluar lama banget. Jurusanku paling terakhir yang mengumumkan IPnya. IP berapa? Kepo! Bersyukur Alhamdulillah bisa lulus. Degdegan banget pas mau buka pengumumannya udah sampai nangis-nangis gitu. Cengeng. Eh tapi sedih juga semester 2 kemarin udah ga zero DO lagi. Temen sekelasku ada yang harus berhenti berjuang bersama kami L Pasti akan ada datang yang terbaik untuk kalian teman-teman. Selalu ada hikmah yang bisa dipetik. Kejadian itu juga membuatku semakin terpacu untuk terus mengembangkan diri lagi.

Move on dari UAS. Abis UAS libur lagi nih sekitar 5 minggu. Liburan terlama kami. Tentu saja banyak yang memilih mudik. Apalagi yang di luar pulau Jawa, yang bisa pulangnya setahun sekali. Kelar UAS besoknya aku langsung capsus ke Kuningan kampong halaman Umi. Yeee senangnya hatiku liburan lagi. Liburan di sana cukup singkat mengingat adik-adikku sudah menjalani jam sekolah seperti biasa.

Sempet bolak-balik Bekasi-Bintaro karena ada rapat-rapat/kumpul terkait Panitia DINAMIKA STAN 2014. Iya jadi liburan yang lama tapi gak lama ini aku habiskan untuk mengabdi di kepanitiaan tersebut. Dinamika kepanjangan dari Studi Perdana Memasuki Kampus (baca: ospek). Aku masuk di bagian Asistensi. Setelah melewati Open Recruitment yang pendaftarnya membahana. Apa itu asistensi? Semacam pemandu kelompok gitu. Kalau tahun-tahun sebelumnya sih namanya Mentor. Tapi di tahun 2014 ini ada berbagai pembaharuan-pembaharuan kebijakan. Sebagian besar temen-temen (dan saya) berpikir kepanitiaan ini ga akan memakan waktu lama. Tapi ternyata……minimal 3 minggu kami ada di kampus. 3 minggu ini termasuk pelatihan-pelatihan. Jadi jangan dikira ini ga serius, semua bidang di kepanitiaan ini ada masa pelatihannya tersendiri.

Pelatihan untuk bidang Asistensi sekitar 1 minggu. Di sini aku belajar banyaaaak banget. Aku juga merasa ada perubahan mindset dalam hidupku, ke arah lebih baik pastinya. Temen-temen yang mengispirasi, koordinator yang sebagian besar adalah kakak-kakak DIV yang memotivasi, juga makan gratis…. Seminggu setelah pelatihan, ada semacam pemantapan lah, rapat-rapat, diskusi hal-hal yang masih butuh didiskusiin.
Minggu selanjutnya sudah masuk Dinamika nih. Diawali dengan Pra-Dinamika. Hari itu pertama kalinya aku dan -partner-Aziz dipertemukan dengan adik-adik/temen-temen yang akan jadi tanggung jawab kami selama Dinamika. Cakrawala 19. Dari pra dinamika aja mereka udah rame :D Seminggu selanjutnya kami jalani dengan penuh suka duka senang sedih ngantuk lapar haus capek pusing marah kesal. Luar biasa! Beruntungnya Caakrawala 19 ini udah ngerjain tugas kelompok dari sebelum Dinamika. Jadi meringankan tugas Asistensi-nya untuk nemenin ngelembur malam-malam hehehe.

Bahagia banget ikut kepanitiaan ini. Bener-bener ga ada penyesalan walaupun waktu liburan dan tenaga yang dikorbankan. Kenal sama temen-temen Asistensi 2 yang akhirnya kita punya maskot Mas Huda-Rosyid yang kalau mereka bersatu udahlah gakuat adek bang tahan ketawa. Kenal sama adik-adik/temen-temen Cakrawala 19. Kalian semua baik-baik dek, manis-manis, sopan-sopan. Makasih banget udah menghargai kami sebagai Asistensi kalian.

Sedih apalagi hari terakhir Dinamika. Liat kalian nangis di tribun, sedih waktu itu merasa sebentar lagi kita pisah. Sedih kebersamaan kita akan segera berlalu. Ah sedih bangeeeet apalagi waktu itu pake soundtrack ‘Darah Juang’ T.T Sedih juga berpisah sama temen-temen panitia khususnya Asistensi yang kocak-kocak.

Tapi sampe saat ini kita masih sering ketemu dan kumpul kok walaupun ga lengkap. Karena tugas Paska Dinamika yang menyatukan kita haha. Semangat dek! Jangan menyesal dan jangan sia-siakan kesempatan mengais ilmu di Kampus Ali Wardhana ini. Bahagiakan orang tua. Persiapkan diri untuk jadi sebaik-baik Punggawa Keuangan Negara :))

Asistensi 2 (hari terakhir Dinamika)
Asistensi 2 (Gladi Bersih)
senyum bahagia dinamika usai~
ciyee yang malemnya udah gada tugas lagi


Cakrawala 19! (tanpa partner)
Papan Nama kita nih :D

Itu ajadeh yang bisa aku ceritain. Buru-buru mau ke kampus -_- Tapi seenggaknya seneng udah sempet nulis lagi~ Sebagai mahasiswa, kita harus aktif ya! Kalau gak bisa aktif banget, seenggaknya nyicipin kepanitiaan-kepanitiaan yang tersedia di kampus. Jangan belajar mulu :p Eh tapi belajar tetep prioritas :3

Wassalamualaikuuuum!

Minggu, 27 Juli 2014

Ramadhan 2014

Assalamualaikuuum J
Waduh udah lama banget ga ngepost blog nih, Alhamdulillah sekarang bisa nongol lagi yeeey.
Hari ini adalah hari terakhir di bulan Ramadhan loh T.T Syediih banget. Aku mau share aja kesan Ramadhan ini yang waah masyaAllah patut disyukuri yang beda dari Ramadhan-ramadhan sebelumnya.

Ini Ramadhan pertamaku di tanah rantau tempat perkuliahan alias Bintaro. Banyak hal baru tentunya. Saur sama temen kos. Ga ada umi bapak dea tika huhuu. Pas awal-awal puasa. aku pasang alarm jam 3. Langsung mandi pagi! Beuh biar seger. Abis itu cari makan ke luar. Enakan jam setengah 4 udah keluar, karna kalo udah agak siangan yaampun ramenya warung-warung makan-_- Tapi semakin ke sini semakin padet perkuliahan, banyak tugas lain juga jadi membuat jadwal tidur tak menentu sehigga pada akhirnya yang terjadi adalah kesiangan, hffffft. Yoweslah jadi mendingan beli makan saurnya pas malem sebelumnya tinggal diangetin aja.

Ini pengalaman pertamaku juga menjadi panitia kampus bulan ramadhan, namanya Panitia Gema Ramadhan. Aku masuk di Sie Humas Danus. Jadi di sini kamilah yang mencari uang untuk menyediakan ifthor jama’I di Masid Baitul Maal STAN. Awalnya agak kaget karena uang yang harus dikumpulkan tuh sebesar *niiiiiiiiiiiiiiiiiit* wah pokoknya bikin was-was deh. Tapi Alhamdulillah Allah beri kekuatan untuk kami-kami ini, terutama para akhwat tangguh humas danus wkwk. Nice to have work with u all {}



Namanya juga mahasiswa, harus HEMAT. Hmm sebenernya ini hanya memanfaatkan nikmat Allah sebaik-baiknya. Aku ga pernah loh keluar uang untuk buka puasa (kecuali bukber-bukber di kelompok tertentu). Loh trus aku makan apa pas buka puasa????? Tentu saja buka di masjid kampus tercinta <3
Dari sore udah capcus ke MBM, kadang ikut bantu-bantu temen-temen Sie Konsumsi nyiapin ifthor. Harus diakui Sie Konsumsi ini emang paling mantap amanahnya, everyday menyediakan tenaga untuk menyiapkan ifthor gratis :”)))
Buka puasa di MBM selain ga perlu ngeluarin uang (untuk ifthor dan makan malam), yang ga kalah penting adalah bisa mempererat ukhuwah di antara mahasiswa/I STAN. Semoga kita bisa makin kompak \:D/

Lagi-lagi ada pengalaman unik di Ramadhan kali ini. Di bulan ini STAN juga mengalami pesta demokrasi, namanya PEMIRA (Pemilihan Raya). Singkatnya, aku tergabung di Tim Sukses pasangan nomer SATU Calon Presiden-Calon Wakil Presiden BEM STAN #FantasticLeaders. Aku masuk di bagian Media. Jadi ini kerjaannya promo-promo di sosmed gitu deh. Timses ini mantap bingiiit, kita melakukan kampanye-kampanye yang beda dari yang lain. Kita bagi-bagi PULPEN #FantasticPen dan BUNGA #FantasticFlower. Dan yang lebih waw adalah kita sendiri yang bikin bunganya dan nempel-nempelin stiker di pulpennya. Mantap! Perjuangan ngantuk-ngantuk, karena emang waktu yang bisa digunain untuk nyiapin itu semua ya cuma abis sholat taraweh sampe tengah malem….. Tapi seru banget lah pokoknyaaa!!!!!!
Alhamdulillah wa syukurilah pasangan yang kami usung ini menang wohooo! Selamat selamaaat bagi kita semua :DDDDD








Teringat tahun 2013 lalu dimana Ramadhan saat itu sangat mengharukan. Aku dan keluargaku diuji Allah berkenaan masuk universitas. Setiap detiknya rasanya galawww. Haaaaaaaaaaaaahh haru banget nostalgiainnya :’’’’) Dan sekarang aku bandingkan dengan tahun ini yang ga pernah ku sangka sebelumnya. Aku isi sebagian besar Ramadhan di kampus Ali Wardhana aka STAN. Allahu Akbar. Mengenal orang-orang hebat, juga teman-teman yang mengagumkan. Tahun lalu ku yakinkan diri di awal Ramadhannya bahwa itu Ramadhan terbaikku, berharap dapat universitas impian. Di awal Ramadhan inipun aku yakinkan diri ini jadi Ramadhan terbaikku. Alhamdulillah Alhamdulillah alhamdulillaaaaaaaah :))))))))))





Dan lain-lain cerita  yang ga mungkin aku share satu per satu detailnya. Selamat menyambut Hari Kemenangan. Taqobbalallahu minna wa minkum. Berharap bertemu Ramadhan 2015 masih di kampus tercinta STAN. Aamiin Allahumma aamiin. 

Senin, 14 April 2014

Kata Seorang Muslimah

Aku ini seorang muslimah. Aku ini perempuan biasa. Lemah saat ada perasaan aneh yang muncul. Tapi aku ini seorang muslimah, aku harus punya benteng agar lemahku biar hanya aku yang rasakan. Namun selayaknya benteng, ada saja yang mencoba meruntuhkan. Teringat dulu akupun punya benteng tapi sayang bentengku tak cukup kuat sehingga hancur terserang. Itu terjadi beberapa kali. Payah bukan aku ini?
Kali ini aku coba bangun benteng baru. Ku niatkan bentengku ini harus kokoh. Ku yakinkan diri bahwa kali ini tidak boleh hancur. Saat tiba-tiba ada seseorang yang menarik perhatianku, kalian tahu benar apa yang seharusnya dilakukan seorang muslimah. Menyimpannya sendiri. Tidak perlu orang-orang ketahui. Cukup Allah saja. Ironisnya jaman sekarang ini masalah percintaan sudah makanan sehari-hari. Seakan seluruh dunia ini menjejali manusianya dengan omong kosong tentang cinta. Lihat saja, anak-anak kecil yang masih bau kencur saja sudah biasa bicara cinta-cintaan. Dan yang lebih menyedihkan lagi, orang tua terlihat memaklumi.
Lalu bagaimana sikap seorang muslimah yang hidup di zaman serba aneh ini? Dear ukhti-ukhti yang cantik, semoga benteng-benteng kita tetap berdiri dengan anggunnya, dengan menawannya. Bukannya dilarang jatuh cinta, tapi sudah selayaknya kita bijak dalam menghadapi persoalan satu ini. Sudah ku katakan aku ini lemah. Saat melihat dia saja mata ini terkadang suka betah. Saat belum melihatnya, mata ini mencari-cari sosoknya. Tapi ya hanya sekedar itu, memperhatikan. Karena sesungguhnya untuk fenomena macam ini, belum tentu muslimah ini jatuh cinta. Mungkin tertarik karena sesuatunya, seperti aku yang tertarik karena ia dan pahamnya ia dengan agama.

Untuk segala bentuk perasaan yang tidak biasa macam ini, silakan curhat padaNya. Kalau benar jatuh cinta, mintalah pada pemilik hatinya, Allah. Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati. Dari yang biasa saja bisa jadi ada sesuatu. Terlalu mudah bagiNya berkehendak. Jadi mengapa kita justru tidak melangkah dengan cara-cara yang diridhoiNya? Karena tanpa izinNya-pun walau kita sudah berusaha membuat ia mempunyai rasa yang sama pada kita, itu tak kan terjadi. Masukkan saja ia dalam do’a kita. Setelah kita do’akan orang tua, keluarga, saudara, dan sesama umat muslimin/ah lainnya. Bagaimana jika ia yang selalu ada dalam do’a justru tidak menjadi milik kita? Percayalah, Allah lebih tahu yang terbaik. Kita sudah disiapkan untuk orang lain yang memang sesuai dengan kita, mungkin orang itu yang selalu memasukkan nama kita dalam do’anya. 

Ngabuburit Sendirian

Senin ini tertumben-tumbennya pulang cepet. Seharusnya udah dari jam 12 sih, tapi tadi sekelas syuting sama foto-foto dulu buat lomba acaranya KM KBN. Dan finally sampe kosan jam setengah dua. Sholat kemudian dilanjutkan dengan kegiatan “mencuci” bukan mencuci hati bukan. Cucian pasca makrab kelas kemarin lumayan banyak ik..tadinya mau laundry aja tapi emang rejekinya nyuci sendiri karna pulang cepet juga yoweslah.

Abis nyuci, ngetik, eh ketiduran. Bangun-bangun sudah sore hujan pula. Tadi sempet galau sore ini mau ngapain. Biasanya sih kalo sore luang gini ngajar ngaji. Tapi hari ini karna ketiduran juga yaudah ganti planning. Emang harus banget out from kosan ya? Iya! Karena kebetulan aku puasa, jadi harus beli makan buat buka. Fix banget abis mandi, sholat, siap-siap, langsung cuss melangkah ke Kalimongso. Belum menentukan pilihan sebenernya mau beli makan di mananya. Di jalan sambil mikir-mikir pengen beli gorengan juga tapi yang dimaksud adanya di Kalimongso gang Jengkol udah gitu di ujung pula. Yoweslah jalan aja terus dulu. Tiap hari senin, tiap malemnya ada pasar dadakan gitu. Disebutnya Pasar Jengkol. Sebelum maghrib tadi para penjualnya udah mulai buka lapak. Aku beli gorengan terus abis itu beli lauk. Sempet tergoda dengan jajanan-jajanan yang berjejer di situ tapi untungnya hati ini kuat menahan mengingat sisa lembar-lembar rupiah di dompet.

For the first time in forever sih ini sebenernya ngabuburit jalan sendirian sore-sore gini. Udah gitu dengan tujuan yang tadinya masih samar-samar. Jarang kan cewe yang mau jalan sendiri gitu. Aku sih udah biasa, soalnya dulu waktu semester 1 kosanku bagaikan terasingkan gitu jauh dari peradaban anak kosan. Nah karena kosan sekarang udah menjangkau tempat-tempat strategis kosan, no mager lah pokok’e. Eh masih sih mager mah tapi ya berkurang huehe. Biasanya aku pergi beli makan sama temen kosku naik motor tapi berhubung dia sore ini belum pulang yaudah no problem berangkat sendiri saja.

Tapi inti dari ngabuburit ini adalah aku jadi makin kenal sama daerah sekitar kampusku ini. Daerah yang akhir-akhir ini membuat mahasiswa/I resah dan gelisah karena lagi maraknya kriminalitas. Tiap hari ada aja berita kriminal yang tersebar di grup-grup whatsapp. Hii serem deh pokoknya padahal daerah sini rame loh. Selama di perjalanan tadi aku lewatin rumah-rumah yang agak mengiris hati. Dindingnya dari triplek-triplek dan kecil. Waktu aku lewat tadi pintunya kebuka (atau emang gada pintunya karena tiap aku lewat sana pintunya pasti kebuka). Biasanya aku lewat depan rumah itu naik motor atau jalan tapi malem dan lagi sama temen. Karena sekarang aku jalan sendiri dan masih sore, isi rumahnya lebih bisa aku liat. Dan you have to know itu padet banget. Tiba-tiba sekilas aku ngebayangin gimana mereka bisa hidup di sana. Gimana kalo aku yang tinggal di rumah itu? Omo……ga ada alasan untuk ga bersyukur sama yang Allah titipkan ke aku sekarang. Aku  merasa beruntung. Karena pada hakikatya memang semua orang ingin hidup baik dan cukup. Jadi bagi kita yang selalu merasa kurang, coba piker-pikir lagi deh. Selain itu di jalan aku juga lewatin anak-anak yang lagi pada teriak-teriak memperebutkan bendera partai. Kalian ngerti opo toh ndok-ndok..haha Tapi mereka bukan simpatisan partai pastinya, benderanya bakal dipake buat main. Ngeliat mereka bikin aku nostalgia ke masa-masa kecil dulu, masa-masa main adalah hal utama dalam hidup. Lagi-lagi aku pikir aku beruntung punya masa kecil yang indah, bermain bersama teman-teman. Tidak kenal aneka gadget. Alhamdulillaaaaah, jadi pengen balik ke masa itu deh wkwk.

Buat kalian-kalian yang udah jarang jalan (pake kaki) kemana-mana karena memilih memakai kendaraan pribadi, coba deh rasain sensasinya jalan terutama di lingkungan sekitar. Karena banyak hal-hal yang bisa dicermati, dipikirkan, dan direnungi bisa ditemukan dengan memperhatikan keadaan sekitar. Lihat aktivitas orang-orang, ketemu sama temen di jalan, kenalan sama orang di jalan (loh?). Kalo naik kendaraan kan ga mungkin bener-bener memperhatikan sekitar, harus fokus sama jalan di depan. Cobainlah sekali-kali dijamin ga nyesel :D

Jumat, 14 Maret 2014

Revolusi Diri

"Revolusi itu membutuhkan rasa sakit" - Mayor Jenderal Anumerta D.I. Pandjaitan
Melihat pada quote di atas. saya sependapat dengan salah satu pahlawan revolusi Indonesia tersebut. Karena jalan revolusi itu tidak mulus, penuh kerikil. Seperti yang kita tahu revolusi itu menuju pada kehidupan yang lebih baik dan dalam waktu yang tidak lama, begitulah singkatnya.

Hal itu pula yang terjadi pada Revolusi Diri. Seseorang yang dengan kesadarannya ingin merevolusi dirinya, tidak bisa dipungkiri akan bertemu berbagai rintangan. Bayang-bayang kehidupan yang ingin ditinggalkan terkadang masih sering ditengok. Ya mungkin itu godaan setan. Setan yang mencoba merayu manusia dalam proses memperbaiki dirinya. Misal saja seorang wanita yang mulai menhijabkan kepalanya dan memperbaiki penampilannya, terkadang ada semomok perasaan aneh, takut, atau bahkan tidak nyaman. Kalau saja niatnya tidak sekuat baja mungkin amalan hijabnya tidak menyeluruh atau tidak sesuai syariat yang telah ditentukan. Kita tahu setan tidak akan berhenti menggoda manusia. Ada saja cara mereka menjerumuskan kita. Kalau mereka tidak berhasil membuat wanita meninggalkan perintah mengenakan hijab, mereka menuntun wanita meninggalkan hijab syar'inya. Naudzubillahi min dzalik.

Sakitnya revolusi diri makin terasa saat lingkungan sekitar kita tidak menghargai bahkan tidak mendukung. Sadar tidak sadar, lingkungan memiliki andil dalam cara kita mengekspresikan diri. Lingkungan buruk jelas tidak menghendaki perubahan pada diri kita yang berlawanan dengan mereka. Pada lingkungan yang 'biasa-biasa saja' -tidak terlalu acuh pada perubahan kita- itu juga kurang kondusif. Revolusi terus berjalan tidak ada kata henti. Karena manusia tidak pernah sempurna bukan, itulah alasan manusia harus terus belajar memperbaiki diri. Untuk itu jangan ragu untuk cari lingkungan baik, dimana setiap perkataannya, kegiatannya, mengundang keberkahan. Semoga Allah tempatkan hambaNya yang ingin berevolusi di sebaik-baik tempat.

Revolusi butuh perjuangan. Perjuangan menggapai ridhoNya memang berat kawan. Jangan bosan-bosan minta untuk diistiqomahkan. Sudah tertakdir iman seorang manusia ada saatnya naik dan ada juga saatnya turun. Yang bahaya adalah jika turunnya iman yang terlalu lama. Semoga kita tidak larut dan terbuai dalam labilnya iman. Kalau dirasa kita menjauhi cita-cita istiqomah kita, ingat-ingat lagi alasan revolusi diri yang kita niatkan. Suatu saat insyaAllah kita akan merasakan manisnya iman yang hakiki. Aamiin Allahuma aamiin :')


Kamis, 27 Februari 2014

Jalan Hidup

Malam ini aku pergi makan di *sensor* sama 2 temen kosku. Di kosan aku adalah anak termuda, ya jadi temen kosku ini wem mbak2 kabeh XD
Sayang sekali karena berbagai kesibukan, cuma kita bertiga yang bisa capcus. Padahal ini makan2 terakhir di luar sebelum aku sama mbak yulis pindah kosan huhuhuuu. Sebenernya di kosan ini udah peweee banget tapi karena berbagai pertimbangan yowes aku sama mbak yulis pindah. Sekalian pengalaman lah merasakan kehidupan di berbagai lingkungan. Padahal takut juga sih-_- takut ga seenak yang di sini.

Lupakan masalah kosan. 

Selain mbak yulis, yang satu lagi namanya ka Ivana. Mbak yulis sama-sama kuliah di stan, 1 spesialisasi (KBN). Ka ivana udah kerja di konsultan arsitektur.
Selama makan-makan tadi kita berbincang-bincang. Perbincangannya lebih ke curhat. Dari mulai cerita tentang arsitek ke jodoh ke jodoh ke jodoh ke pengalaman yang mengharukan. 

Awalnya ka ivana nih yang mulai. Dia bertaya padaku apakah sejak awal aku memang memilih stan sebagai bagian dari jalan hidupku. Jengjeng. Aku tarik napas dan mulai bercerita. Setiap cerita tentang hal ini pada siapapun aku pasti terbawa emosi. Emosi yang membawaku melintasi waktu, kembali ke 2013 mengingat-ingat tiap momen berharga yang aku alami. Khususnya saat-saat menunggu. Menunggu universitas mana yang mau mencantumkan namaku. 

Ketika teman-teman sudah mulai sibuk dengan aktivitas awal kampusnya. Aku masih Allah suruh bersabar. Banyak tekanan saat itu di pikiranku. Dan nggak akan aku uraikan di sini. Aku nggak pernah cerita selengkap-lengkapnya sedetail-detailnya tentang apa yang aku rasain di masa-masa itu. Karena aku akan menyita banyak waktu orang yang mendengarkan ceritaku ini. Jadi ya se-umumnya saja. Terlebih aku ini orang yang tertutup. Semua dipendam sendiri. Selain itu, cerita se-umumnya saja udah buat aku berkaca-kaca. Jadi tadi aku nangis di depan mereka. Entah aku lupa kapan terakhir kali aku menangis di depan orang lain. Sebenernya pengeen banget membagi cerita selengkap-lengkapnya walaupun ke 1 orang. Tapi belum ada orang yang pas aja buat diceritain. 

Sebelum di stan, mbak yulis udah merasakan bangku perkuliahan di universitas sriwijaya(unsri), palembang, jurusan arsitektur selama 2 tahun. Ia cerita bagaimana hidupnya begitu lancar dan lurus sampai saat ia memilih meninggalkan arsitektur untuk stan. Bagaimana perasaannya melihat teman-temannya yang udah semester 5 bahkan 6, dan dia baru mulai lagi di semester 1. 
Ka ivana dengan kisahnya yang juga dahulu nggak pernah terpikir jadi arsitek justru sekarang sering lembur karna pekerjaannya sebagai arsitek menyita waktu dan pikiran. Dahulu tidak direstui orang tua mau kuliah akuntansi di ui justru menemukan kebahagiaannya di arsitek.

Aku memang kecewa. Tapi aku insyaAllah sudah ikhlas. Aku sadar inilah rencana terbaik untukku. Dengan acara curhat-curhat tadi juga semakin menyadarkanku hidup ini rumit. Mbak yulis harus bisa ikhlas untuk yakin di sini ia akan dapat pengalaman lebih banyak. Dengan meninggalkan arsitek juga membuatnya sadar bahwa ia cinta dunia arsitektur. Ka ivana tetap di jalan passionnya walaupun banyak omongan arsitek itu keras. Memang benar, tapi kalo ia bahagia kenapa tidak, walaupun pendapatan belum seberapa. 
Semua sudah ada jalannya. Aku senang ada di sini. Tapi aku masih bercita-cita ada di sana, di kampus impianku. Setelah lulus D3, lalu kerja, aku akan lanjut S1 di ugm, S2 di luar negeri. Dengan uangku sendiri. InsyaAllah. Aamiin. Itu cita-citaku. Semoga Allah meridhoi. Aku tetap husnuzan cita-citaku ada di sana hanya tertunda. Justru aku akan kuliah dengan uang dari jerih payahku sendiri. Aku ditaruh di sinipun sungguh alhamdulillah, kuliah gratis, pengalaman luar biasa. Kalau cita-citaku tercapai berarti aku nggak merepotkan biaya kuliah bagi orangtuaku.

Aku bersyukur dengan jalan hidupku. Jatuh, bangkit, aku pernah cicipi. Tapi itu belum apa-apa, hanya pemanasan. Aku yakin di depan sana akan lebih keras. Pahitnya hidup akan menjadi manis dengan menyertakan Yang Maha Berkehendak dalam tiap langkah kita. Dan motivasi terbersarku saat ini adalah membahagiakan orangtua dan adik-adikku. Aku yakin keberadaanku di sini sungguh besar dipengaruhi do'a orangtuaku. Ridho robbi fii ridho wa lidayn.





Alhamdu?lillah :))))))

Senin, 13 Januari 2014

Hujan Di Hari Senin

Di hari minggu: yaah besok udah senin
Begitulah kebanyakan orang tak ingin buru-buru ditinggalkan hari minggunya
Senin penat, senin macet, senin banyak tugas
Namun tidak demikian denganku
Menghayati waktu sulit kulakukan di hari minggu
Senin terlalu cantik untuk ditunggu

Di bulan Januari: di sini banjir di sana banjir
Hujan menghujam bumi tanpa sela
Menjadi pemandangan mutlak dari kaca jendela
Menyihir yang melihatnya bertualang ke masa lampau
Bukan hujan badai, hujan sedang-sedang saja
Romantis, katanya

Aku menemukanmu kembali di hari senin
Setelah sabtu dan minggu menjauhkan kita
Aku suka hari senin
Karena senyuman itu terlihat lebih hangat di hari senin
Menenggelamkan rindu-rindu yang menjerit
Memercik sesuatu yang disebutnya ‘deg-degan’
Rintik..rintik..lalu deras
Menjebak manusianya pada atmosfer kesyahduan
Mendekatkan dua insan yang malu-malu
Lucu sekali tingkahnya
Aku suka hujan
Hujan saat kamu datang padaku
Menceritakan kisah-kisah konyol
Membuatku larut dalam fatamorgana
Adanya hanya aku dan kamu

Hari ini hari senin di bulan Januari

Hujan sajalah. Aku suka hujan di hari senin