.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Januari 2019

Kamu yang Menginspirasiku

Suatu hari ku berpikir tentang orang-orang yang menginspirasiku.
Tentang kamu yang ku temui di jalan, yang ku lihat di media sosial, yang ku baca blog dan tumblrnya.
Tanpa kamu sadari, kamu telah membentukku.
Mewarnai pikiranku.
Menjawab pertanyaanku.
Menasihatiku dengan lembut maupun dengan katamu yang menohok.
Membenarkanku pada apa yang ku jadikan prinsip.
Menggiringku pada suatu yang kemudian aku camkan baik-baik.
Dan tanpa kamu izinkan, aku ingin terus mengambil kebaikan dari dirimu.
Terima kasih telah menginspirasiku.

Minggu, 20 Januari 2019

Pencari Tahu yang Handal

Tanpa kamu buat penasaran, perempuan pun sudah melangkah mencari tahu. Atau bahkan sang informasi yang mendatangi tanpa perlu ditelisik.
Jiwa-jiwa detektif tampaknya erat dengan perempuan.
Ketika kamu menginformasikan, bisa jadi ia sudah tahu dengan lengkap!
Kamu tidak perlu menjelaskan, bisa jadi ia lebih tahu detailnya.
Memang ya perempuan adalah pencari tahu yang handal.
Jangan-jangan ia sudah tahu tentangmu

Sabtu, 19 Januari 2019

Aku dan Menulis

Aku dan Menulis barangkali sedang memperbaiki hubungan.
Mungkin salahku, yang pernah meninggalkan. Dan ternyata kini menyisakan canggung.
Sejak dulu aku suka menuliskan pikir dan rasa. Semakin ke sini bukan aku tak suka lagi, melainkan ku mengungkapkan dalam bentuk berbeda.
Tapi kini aku kembali sadar bahwa aku lebih lega ketika merangkai kata. Aku lebih tenang menuliskan tanpa peduli siapa yang membaca.
Semoga aku kembali betah untuk pulang dalam dekap deret kalimat.

Senin, 14 Januari 2019

Oncom dan Tongseng

Pukul 04.10 ku duduk di ruang makan. Terhidang makan sahur yang sederhana. Eits, tapi juara. Oncom yang ditumis sampai kering. Itu saja sebenarnya cukup untukku.

Makan dini hari ditemani umi. Selain oncom, ada juga tongseng pemberian tetangga kemarin saat aqiqah. Tongseng yang sudah sengaja dipisahkan untuk adikku yang kemarin pergi, ternyata tidak dimakannya lantaran pulang-pulang ia letih lalu langsung tertidur.

Teman nasi di piringku hanya oncom yang enak itu. Namun umi menyodorkan tongsengnya, "ini masih panas, enak". Tanpa pikir-pikir, ku lahap juga sedikit tongseng.

Saat itu aku diingatkan lagi oleh-Nya. Nikmat yang sangat luar biasa. Yakni orang tua yang masih membersamai hingga kini.
Ku lihat diam-diam wajah umi. Alhamdulillah.. Yang ku lihat adalah sesosok wanita kuat yang sangat menyayangi keluarganya.

Pas sekali, tadi pagi aku melanjutkan membaca novel 'Sepatu Dahlan'. Bagian yang ku baca tadi adalah saat ibu Dahlan meninggal dunia. Bagi perempuan yang hatinya mudah tersentuh seperti saya ini, langsung terbayang bagaimana kalau saya yang mengalami.

Semoga do'a orang tua memiliki anak sholihah terkabul..

Sabtu, 12 Januari 2019

Bersyukur Lebih Baik

Mungkin tanpa sadar seringkali lidah mengucap keluh.

Ya Allah capekk, banyak yang dipikirin.
Semoga setelah mengeluh, tersadar, lalu mengucap lagi alhamdulillah ada yang dipikirin daripada ga ada yang dipikirin.

Ya Allah kok kerjaan ga selesai-selesai.
Semoga setelah mengeluh, tersadar, lalu mengucap alhamdulillah saya punya pekerjaan yang mungkin orang di luar sana inginkan.

Ya Allah kok temen saya kaya gini sih.
Semoga setelah mengeluh, tersadar bahwa itu hanya sebagian kecil sifat jeleknya, sedangkan masih jauh lebih banyak kebaikannya.

Ya Allah saya mau beli barang ini tapi uangnya udah tipis.
Semoga setelah mengeluh, tersadar mungkin ini cara-Nya melindungi dari hal-hal yang tidak bermanfaat.

Tak apa jika saat ini keluhan diikuti syukur.
Semoga esok tiada lagi mengeluh, melainkan mensyukuri dan husnuzan lebih banyak.

Selasa, 01 Januari 2019

Planning

Baru aja liat ig stori yang sangat bagus, salah satu kalimatnya:
Tugas kita hanyalah menuliskan rencana dengan pensil, lalu berikan penghapusnya kepada Allah. Agar Ia hapus bagian-bagian yang salah dan menggantikannya dengan rencana-Nya yang jauh lebih indah.
-Dewi Nur Aisyah-
Ig @ dewi.n.aisyah

PR Me-manage Hati

Ada PR yang belum selesai dari 2018.
PR me-manage hati. Bagaimana agar selalu hanya mengharap ridho-Nya, bagaimana agar senantiasa bersangka baik dengan orang lain, bagaimana melawan hawa nafsu.

Karena hati yang baik akan membawa seluruh diri menjadi baik juga. 

Ya Allah, bimbinglah saya, baguskanlah akhlak saya, lindungi dari penyakit hati T.T

Rabu, 26 Desember 2018

Tidak perlu semua hal dijelaskan dengan sangat detail bukan? Apalagi penjelasannya juga menyangkut orang lain, semoga lebih menjaga dan hati-hati lagi :)

Senin, 10 Desember 2018

Senin Pagi di Bis Itu

Senin pagi di bis itu.

Ku duduk dekat jendela, di sebelahku duduklah seorang wanita yang aku pun tidak mengenal.

Wanita itu sibuk menelepon, tapi sepertinya yang ditelpon tak kunjung menjawab.

Aku menarik kembali kenangan tentang seorang teman.
Teman yang baru saja pergi untuk selamanya.

Wanita di sebelahku akhirnya berbicara di telpon dengan entah siapa.
Ia menyebut-nyebut kata 'opname'.

Tanpa sadar air mataku jatuh.
Tidak menyangka akan kehilangan temanku begitu cepat.
Belum sampai 2 tahun kita saling mengenal. Tapi ia pergi meninggalkan kita semua.
Singkat tapi berkesan.
Aku senang ketika ia di Jakarta ke kantorku, ia menghubungiku sehingga kita bisa bertemu silaturahim, juga dengan teman yang lainnya.

Wanita itu sesenggukan.
Sepertinya ia menangis.

Ya, senin pagi di bis itu 2 wanita sedang menangis pelan-pelan.
Desember kelabu.

Terima kasih Allah aku telah dipertemukan dengan kawan-kawan ojt ku, dengan dia yang kami harap mendapat tempat terbaik di sisi-Mu.

Senin, 12 November 2018

Sepasang Love Birds

Sepasang love birds, dalam satu istana, tinggal bersama
Penuh kasih tidak mau berpisah
Indah nian kicau kalian di pagi hari
Menebar cinta mengajak semua berbahagia

Romantis

Jika ada yang bilang kalian terpenjara, maka itulah penjara terindah
Ketika sang jantan membuka mata setelah terpejam, tenanglah hati karena ia kan lihat betinanya masih di sana di istananya
Maka adakah alasan betina bersedih, jika bahagianya adalah aman bersama sang jantan di sana di istananya

Sepasang love birds itu sudah terbiasa bersama
Hingga suatu hari betina hilang dari istana
Remuk hati sang jantan
Sang jantan mencari keluar, mencari..
Tidak ia dapati betinanya
Istananya hampa, kicaunya resah
Di mana betinanya berada

Semoga esok sang jantan kan jumpa lagi dengan betinanya
Mengisi kembali istana dengan keceriaan
Semoga
Semoga
Karena sang jantan sangat mencintai betinanya, tidak mau yang lain, ia mau betinanya kembali
Semoga


Minggu, 11 November 2018

Terima Kasih Tuan Teman

Terima kasih atas sapaan hangat kala langit mendung
Terima kasih atas uluran tangan Tuan Teman membantu saya
Terima kasih telah memastikan saya baik

Semoga kelak ketika Tuan Teman sedang butuh bantuan, saya sedang di sana, di dekat Tuan Teman

Uneg-uneg Terdalam

Semakin berumur, semakin tau kehidupan, semakin pusing ya..
Kadang saat badan remuk, pikiran menumpuk, sampai air mata mudah tumpah, hati tanpa sadar membersitkan keluh.

Duhai malu rasanya kalau berlemah-lemah. Nikmat-Nya jauuh lebih banyak dari sedikit ujiannya. Ia hanya menyentilmu yang mulai jarang berlama-lama dengan mushaf. Ia hanya merindukan do'a khusyukmu di sepertiga malam.

Sungguh, diri yang sering futur ini juga memupuk rindu.. Bukan tidak sadar lama-lama semakin merasa payah. Seringkali kecewa. Semakin tua kok semangatnya makin mengendur. Seringkali teringat masa-masa kuliah, Lingkungan kampus dan sahabat yang mengajak kebaikan menjadikan waktu 3 tahun yang paling produktif ada di sana.

Mari berdo'a agar hidayah-Nya selalu tercurah pada kita. Karena ketika iman naik, boleh jadi esoknya terjun bebas. Maka benar, istiqomah itu nyata sulitnya... Maafkan kami yang sok sibuk..

Ya Allah berikanlah hidayah-Mu selalu pada kami..

Rabu, 10 Oktober 2018

Tentang Hati

"Hati disebut Qalb (Hati) karena sifat Taqallub (mudah berubah)."

Kalau kamu dengar hari ini aku berkata mau, besok mungkin aku bisa enggan.
Kalau kamu hari ini berkata tidak ada, aku tidak tahu bagaimana kalau besok kamu berkata ada.


Kamis, 31 Desember 2015

The Last Grade

Dulu ketika awal-awal mengenyam bangku perkuliahan, seringkali mendengar kakak-kakak 2010 yang sudah lulus bilang kalau 3 tahun itu cepet banget. Dulu kalimat itu bagai angin lalu aja, tidak mau memberatkan diri melamunkan benar tidaknya. Ya namanya baru jadi anak kuliahan, pikirannya masih penasaran sama kehidupan kampus.

Seiring waktu berlalu. Ternyata diri ini sudah masuk tahun ketiga jadi mahasiswi. Tapi perasaan baru kemarin masih tingkat 1.. (makanya jangan bawa-bawa perasaan mulu). Tapi ini serius. Saya merasa waktu cepat sekali berlalu. Ternyata saya sudah melewati 5 kali UTS dan 4 kali UAS.

Kalau mengingat-ingat masa-masa ujian, ujian yang paling @#$#$%$#% adalah waktu semester 2. Kenapa?Karena jurusan saya mendapat jatah ujian pukul 08.00. Masih terkenang dengan sangat jelas betapa riweuhnya belajar ketika ujian semester 2 itu. Ketiduran terus T,T Dan terbukti IPK kami (rata-rata anak KBN angkatan 2013) turun, termasuk saya yang IPK-nya bagaikan meluncur dari perosotan. Kami sudah terlanjur dibuat nyaman dengan ujian semester 1 di mana masuk jam 14.00. Ketika tiba-tiba semester 2 jam 8, rasanya seperti mengalami shock culture. #WaktUjianMenentukanIP.

Ya itulah sekilas mengenai ujian.

Bagi saya, yang terasa paling cepat adalah ketika tingkat 2. Kalau kata orang kan ‘waktu terasa cepat ketika sedang bersenang-senang’. Memang ketika tingkat 2 bisa dibilang waktu saya lebih produktif dibandingkan ketika tingkat 1, dari segi akademis maupun organisasi. Saya pun melihat berbagai perubahan dalam diri saya, khususnya dari pola pikir. Mungkin karena tuntutan atau entahlah tapi saya bersyukur akan hal itu.

Tingkat 3. Ya inilah The Last Grade. Setelah saya melewati singkatnya 2 tahun yang sudah saya habisakan di sini, ternyata masa kuliah saya hanya tinggal 1 tahun lagi (malah kurang dari 1 tahun). Sadar akan hal tersebut, saya sudah mantap untuk mengisi sisa masa kuliah saya yang tersisa dengan sebaik-sebaiknya. Karena masa kuliah tidak akan terulang lagi (kuliah ambil D4 atau S1 pasti beda lagi rasanya). Besar keinginan yaitu untuk melakoni peran-peran saya dengan maksimal. Inginnya jadi sebaik-baik manusia, yaitu yang bermanfaat. Inginnya lebih banyak berkontribusi. Inginnya lebih banyak berbagi. Dan tentu inginnya lebih banyak belajar dan tidak menyiakan kesempatan yang ada.

Ketika teman-teman banyak yang memilih vakum dari organisasi, saya berpikir sebaliknya. Saya tetap harus ada aktivitas. Waktu kita hanya diisi oleh 2 hal yaitu hal yang bermanfaat atau sebaliknya. Saya yakin kalau saya tidak punya aktivitas, kemungkinan besar waktu saya akan banyak terbuang sia-sia. Karena begitu saya lulus nanti, saya baru akan menghadapi dunia yang sebenarnya. Dan saya yakin kita butuh banyak bekal untuk bisa beradaptasi dan survive.


Begitulah keinginaan dan harapan dari seorang mahasiswi tingkat akhir -yang tinggal bertemu 1 UTS dan 2 UAS, yang akan menghadapi TKD, yang akan PKL, yang akan lulus dan wisuda, -insyaaAllah. Berdasarkan mata kuliah manajemen proyek yang saya terima, dari semua tahapan manajemen proyek yang paling penting adalah perencanaan. Kita tidak tahu bagaimana masa depan kita. Setidaknya kita berani merencanakan dan mempersiapkan, baik itu dalam skala jangka pendek maupun jangka panjang.



Cerita kakak kelas bahwa 3 tahun selama kuliah itu cepet banget ternyata memang benar.

Jumat, 04 Desember 2015

Mencoba Hal Baru

Karena  hidup ini terlalu singkat kalau kita hanya berkutat pada hal-hal sebatas rutinitas. Gawatnya, kalau kita sudah masuk ranah kejenuhan. Kita juga tentu tidak mau gini-gini aja, ada sumber daya yang belum banyak kita maksimalkan.

Mencoba hal baru, sesederhana kamu menuju kampus dengan rute yang lain dari hari kemarin. Lalu kamu akan bertemu kawan-kawan asing yang mungkin jarang kamu lihat di kampus.

Mencoba hal baru bisa juga meminta lebih banyak hartamu. Pergi ke resto mahal. Lalu kamu akan merasakan makanan dengan level kenikmatan yang berbeda. Yang kamu nikmati dengan sungguh dan perlahan karna sambil mengingat-ingat pengorbanan materiilmu.

Mencoba hal baru bisa juga dengan mengupgrade. Memberi lebih banyak. Biasanya kamu sangat ikhlas atas seribu rupiah, coba hari ini kamu tambah seribu lagi. Lalu mungkin kamu akan sadar rezekimu lebih lancar.

Mencoba hal baru bisa semenarik ketika kamu menjelajah alamNya. Lalu kamu akan lihat Tuhanmu sungguhlah Besar.

Mencoba hal baru bisa terasa asik ketika kamu ternyata menemukan passion. Lalu kamu ketagihan akannya. 

Kalau nyaman dan bermanfaat, bisa dilanjut jadi kebiasaan. Kalau mengecewakan, seenggaknya kita tahu fakta itu setelah mencobanya, dari pada penasaran.

Selama bukan terhadap hal-hal yang dilarang apalagi haram, bolehlah dicoba. Dengannya kita akan tahu dunia lebih luas lagi. Kita akan punya sesuatu untuk diambil hikmah. Kita akan mampu lebih banyak bersyukur. Akan ada banyak hal yang bisa kita ceritakan pada kawan dan keluarga untuk me-warning, menasihati, memberi saran, memberi informasi, juga mengajak pada kebaikan.

Hati-hati cepat tua kalau hidup gitu-gitu aja. Hati-hati tidak mampu bersaing kalau tidak mau menggali potensi di berbagai bidang. Hati-hati tidak punya cerita untuk dikisahkan pada adik, bahkan anak, karena minim pengalaman.


Cuma diri sendiri yang bisa menentukan sebesar apa hal baru yang mau kita coba. Selamat mencoba!

Sabtu, 21 November 2015

Pemeran

Dalam perjalanan hidup yang semakin menua ini, semakin terbuka pula paradigma. Semakin tahu ternyata di dunia ini manusia bisa mengemban banyak sekali peran. Mulai peran baik sampai peran jahat. Semakin dewasa pun akan semakin banyak peran yang mau tidak mau melekat pada diri ini.

Ada satu peran yang belakangan ini memenuhi pikiran saya. Peran ini bukanlah suatu yang baru saya ketahui, melainkan belakangan baru memahami. Peran yang kemudian menerbangkan pikiran saya pada orang-orang hebat pembawa peran tersebut, sebut saja di sini pemeran.

Pemeran-pemeran ini nyatanya sangat dicintai. Tentu bagi orang-orang yang paham betul bagaimana isi peran ini. Saya paham dan saya pun termasuk yang jatuh cinta. 

Kadangkala manusia banyak mengeluh merasa waktu 24 jam tidak cukup memenuhi kebutuhannya sendiri. Namun pemeran nyatanya merelakan sebagian waktunya berbagi dengan orang lain. Dan itu berlaku rutin biasanya pekanan. Apakah pemeran bukan orang yang sibuk? Apakah pemeran tidak punya kegiatan penting lain? Bisa saja bukan pemeran tinggalkan perannya karna alasan lebih ingin bermain dengan anak-anaknya di rumah? 

Bukan hal baru, justru mereka yang diharapkan malah tak bersemangat. Jika tiba saatnya pertemuan, maka keluar berbagai jurus alasan tak bisa hadir. Tugas, kuis, kegiatan lain yang sekedar kumpul haha hihi, ya seputar itu alasannya. Masih mending sih ada alasan, yang lebih gaenak ketika justru sms/whatsap/dll sebatas diread tanpa dibalas. 

Padahal sebenarnya bukan pemeran yang membutuhkannya. Bahkan tidak ada 1 rupiah pun masuk kantung mereka. Tidak akan ada yang memarahi jika ia tinggalkan perannya. Tidak ada yang memaksa agar mereka tetap bertahan. 

Lalu?

Jika bukan karna cinta, bagaimana bisa?  
Jika bukan karna paham urgensinya, bagaimana mungkin sabar?

Cinta pada islam yang membuat mereka semangat menebar kebaikan. Semangat dalam pendidikan dan pembinaan. Keinginan besar menanamkan izzah pada umat islam saat ini. Memang sudah Allah janjikan unta merah, yang dengan begitu logikanya akan banyak orang mengambil peran ini. Tapi kenyataannya praktiknya memang tidak mudah. Sesekali menerima penolakan ketika mengajak kumpul, terkadang satu atau dua orang binaan mundur perlahan. Orang-orang yang awam dengan islam memang butuh disabari untuk dibina, dijadikan generasi robbani, diajak pelan-pelan, dido'akan dengan ikhlas. 

Beruntunglah kita bertemu pemeran-pemeran ini. 



Peran apakah itu..?

Selasa, 27 Oktober 2015

Capresma 2015-2016

Pada sore hingga menyinggung sedikit malam tadi, rasanya tidak sia-sia saya gunakan waktu saya untuk menghadiri suatu acara kampus yang hanya ada satu tahun sekali. Acara debat publik Capresma-Cawapresma BEM. Adalah menampilkan 3 pasang calon pemimpin yang kiranya berusaha merebut hati-hati para mahasiswa. Sayang sungguh sayang saya haturkan untuk teman-teman yang tidak hadir, hilang 1 kesempatan emas mengenal lebih dalam lagi siapa calon pemimpinnya.

Saya sendiri hadir dalam kondisi sudah dengan mendukung 1 pasang calon. Namun yang terjadi pada malam ini adalah di luar ekspektasi saya. Saya menyaksikan seorang pemimpin hebat dengan kompetensi yang mumpuni. Pemimpin yang semangat kontribusinya sangat kental. Yang interaktif dan mampu menggerakkan massa melalui tiap bait pilihan kata yang diucapkannya. Saya sudah sedikit kenal dengan calon presma ini. Pesannya: 'di Pemira kita harus gembira'. Beliau paham benar suasana pemilihan raya. Jatuh-menjatuhkan sudah jadi bumbunya. Tapi beliau bilang itu sudah kuno, bukan zamannya, maka itu kami harus gembira di pemira. Tidak peduli  calon seberang memanasi, kita happy aja. See? Seorang pemimpin yang akhlaknya baik juga humble dan religius.

Jikalau kalian awam dan lihat rangkaian debat tadi, 99% saya yakin tepuk tangan paling meriah akan kalian persembahkan untuk pemimpin ini. Saya sudah sebut beliau pemimpin karena sebelumnya beliau pernah menjadi wapresma semasa pendidikan D3-nya serta memang sifat pemimpin yang melekat erat pada beliau.

Seorang pemimpin yang bisa dirasakan ketulusannya ingin kampus yang lebih baik. Jika tidak terpilih, akan setia mendukung dan menyumbangan ide-ide kreatifnya. Pemimpin yang sederhana tapi sangat cerdas.Tidak segan mampu meninggikan lawan hingga akhirnya mereka turut mengakui kelebihan beliau.

Yang terjadi pada malam ini meyakinkan saya juga tentu mengetuk hati kecil pendukung pasangan lain bahwa pemimpin yang seperti beliau memang layak dipilih.

Sekali lagi saya amat menyayangkan teman-teman yang tidak hadir. Lalu dari mana kalian akan memutuskan pilihan? Tolong jangan hanya sekedar lihat fisik apalagi hubungan relasi. Pilih seobjektif mungkin. Pilih yang paling berkualitas. Karena kitapun akan dimintai pertanggungjawaban  olehNya atas pilihan yang kita tentukan.

#3 November untuk nomor #3

Berikut kalimat pembuka dari Mas Heru pada acara debat publik tadi, dikutip dari Hasan Al Banna yang dibawakan dengan sangat apik dalam semangat membaranya

Senin, 14 April 2014

Kata Seorang Muslimah

Aku ini seorang muslimah. Aku ini perempuan biasa. Lemah saat ada perasaan aneh yang muncul. Tapi aku ini seorang muslimah, aku harus punya benteng agar lemahku biar hanya aku yang rasakan. Namun selayaknya benteng, ada saja yang mencoba meruntuhkan. Teringat dulu akupun punya benteng tapi sayang bentengku tak cukup kuat sehingga hancur terserang. Itu terjadi beberapa kali. Payah bukan aku ini?
Kali ini aku coba bangun benteng baru. Ku niatkan bentengku ini harus kokoh. Ku yakinkan diri bahwa kali ini tidak boleh hancur. Saat tiba-tiba ada seseorang yang menarik perhatianku, kalian tahu benar apa yang seharusnya dilakukan seorang muslimah. Menyimpannya sendiri. Tidak perlu orang-orang ketahui. Cukup Allah saja. Ironisnya jaman sekarang ini masalah percintaan sudah makanan sehari-hari. Seakan seluruh dunia ini menjejali manusianya dengan omong kosong tentang cinta. Lihat saja, anak-anak kecil yang masih bau kencur saja sudah biasa bicara cinta-cintaan. Dan yang lebih menyedihkan lagi, orang tua terlihat memaklumi.
Lalu bagaimana sikap seorang muslimah yang hidup di zaman serba aneh ini? Dear ukhti-ukhti yang cantik, semoga benteng-benteng kita tetap berdiri dengan anggunnya, dengan menawannya. Bukannya dilarang jatuh cinta, tapi sudah selayaknya kita bijak dalam menghadapi persoalan satu ini. Sudah ku katakan aku ini lemah. Saat melihat dia saja mata ini terkadang suka betah. Saat belum melihatnya, mata ini mencari-cari sosoknya. Tapi ya hanya sekedar itu, memperhatikan. Karena sesungguhnya untuk fenomena macam ini, belum tentu muslimah ini jatuh cinta. Mungkin tertarik karena sesuatunya, seperti aku yang tertarik karena ia dan pahamnya ia dengan agama.

Untuk segala bentuk perasaan yang tidak biasa macam ini, silakan curhat padaNya. Kalau benar jatuh cinta, mintalah pada pemilik hatinya, Allah. Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati. Dari yang biasa saja bisa jadi ada sesuatu. Terlalu mudah bagiNya berkehendak. Jadi mengapa kita justru tidak melangkah dengan cara-cara yang diridhoiNya? Karena tanpa izinNya-pun walau kita sudah berusaha membuat ia mempunyai rasa yang sama pada kita, itu tak kan terjadi. Masukkan saja ia dalam do’a kita. Setelah kita do’akan orang tua, keluarga, saudara, dan sesama umat muslimin/ah lainnya. Bagaimana jika ia yang selalu ada dalam do’a justru tidak menjadi milik kita? Percayalah, Allah lebih tahu yang terbaik. Kita sudah disiapkan untuk orang lain yang memang sesuai dengan kita, mungkin orang itu yang selalu memasukkan nama kita dalam do’anya. 

Senin, 13 Januari 2014

Hujan Di Hari Senin

Di hari minggu: yaah besok udah senin
Begitulah kebanyakan orang tak ingin buru-buru ditinggalkan hari minggunya
Senin penat, senin macet, senin banyak tugas
Namun tidak demikian denganku
Menghayati waktu sulit kulakukan di hari minggu
Senin terlalu cantik untuk ditunggu

Di bulan Januari: di sini banjir di sana banjir
Hujan menghujam bumi tanpa sela
Menjadi pemandangan mutlak dari kaca jendela
Menyihir yang melihatnya bertualang ke masa lampau
Bukan hujan badai, hujan sedang-sedang saja
Romantis, katanya

Aku menemukanmu kembali di hari senin
Setelah sabtu dan minggu menjauhkan kita
Aku suka hari senin
Karena senyuman itu terlihat lebih hangat di hari senin
Menenggelamkan rindu-rindu yang menjerit
Memercik sesuatu yang disebutnya ‘deg-degan’
Rintik..rintik..lalu deras
Menjebak manusianya pada atmosfer kesyahduan
Mendekatkan dua insan yang malu-malu
Lucu sekali tingkahnya
Aku suka hujan
Hujan saat kamu datang padaku
Menceritakan kisah-kisah konyol
Membuatku larut dalam fatamorgana
Adanya hanya aku dan kamu

Hari ini hari senin di bulan Januari

Hujan sajalah. Aku suka hujan di hari senin

Senin, 04 November 2013

Hanya Puisi

Ketika cinta datang mengetuk, engkaulah sosok yang membukakan pintu itu. sehingga setiap kata dan kenangan, terbalut menjadi satu.

Adakah cinta, tanpa kehadiran rindu disana? Bahkan rindu, terkadang, dapat melukai; saat jarak merentang diantara sepasang hati yg mencinta, menuliskanmu dalam puisi, ialah cara ingatanku menyimpan segala kenangan kita, agar abadi bersama waktu.

Engkau sedikit demi sedikit akan melupakanku dgn pasti, aku disni semakin lama semakin mengingatmu hingga terbawa mimpi.

Sebagai yg mencintaimu, perasaan ini tak akan pernah padam. Tak perduli seberapa bnyk waktu berlalu, ini tak akan habis menjadi abu.

Penantian ini mungkin tiada akhir,tp aku tetap akan menunggumu. Semesta tahu siapa yg terbaik.dan sedalam apa aku mencinta.

Aku adalah sebaik-baik waktu yg menanti, yang pada akhir tak pernah kau pilih meski dalam mimpi.

Sepertiga malam tadi aku menemukan dirimu yang hilang, berdiam pada sebuah persimpangan waktu antara masa lalu dan masa depan.

Jika suatu hari ada yang menemukanmu, puisi; katakanlah dengan rendah hati seseorang menulismu sampai, nyeri.

Sesuatu di dalam sini meyakini satu hal; bahwa kamu akan kembali untuk bersama lagi — hingga sekarang, hingga esok, hingga entah...

Cinta yg sesungguhnya tidak mengenal alasan untuk meninggalkan.




sumber: @tausiyahku (TAUSIYAH CINTA)