.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Oktober 2019

Lagi Ruwet

Sabtu, 5 Oktober 2019
Di sudut kamar

Kurang lebih 1 bulan menuju hari H. Ku memikirkan apa yang terjadi 1 minggu belakangan ini.
Ruwet, mumet, puyeng, bisa dibilang agak stres.
Serasa semua bertumpuk. Persiapan acara, pekerjaan yang tiba-tiba bikin pusing, laptop yang mati ga mau nyala, ditambah masa-masa PMS.
Khawatir, takut, gelisah.
Minggu ini benar-benar puncaknya. Sampai beberapa orang kena pelampiasan emosi.
Mencoba tenang, menonton kajian ceramah yang relevan, dan mensugesti diri semua pasti ada jalan keluarnya, bersama kesulitan ada kemudahan.
Sempat cerita sama orang, tapi ga direspon, sedihnya..
Alhamdulillah ada temen yang mau mendengar dan mensupport.
Dan memang inilah saat when you don't need any advice or solution, but being listened and supported. Sesimpel itu :)
Tentunya udah minta sama Allah terus. Tapi emang nalurinya perempuan, butuh cerita dan curhat, maunya didengerin.
Dan menulis ini pun menjadi salah satu upaya dalam rangka 'writing for healing'.
Semangat..semangat..!

Kalau ada orang yang percayain kamu untuk dengerin ceritanya, jadilah pendengar yang baik ya ;)

Selasa, 01 Januari 2019

PR Me-manage Hati

Ada PR yang belum selesai dari 2018.
PR me-manage hati. Bagaimana agar selalu hanya mengharap ridho-Nya, bagaimana agar senantiasa bersangka baik dengan orang lain, bagaimana melawan hawa nafsu.

Karena hati yang baik akan membawa seluruh diri menjadi baik juga. 

Ya Allah, bimbinglah saya, baguskanlah akhlak saya, lindungi dari penyakit hati T.T

Senin, 31 Desember 2018

Tentang 2018

Tahun di mana aku berhadapan dengan hal-hal baru dalam hidupku. Aku bertemu banyak orang baru, kenalan baru, teman baru, guru baru, rekan baru. Teman dari berbagai daerah yang juga banyak kudapati saat diklat di pertengahan tahun. Tapi ku juga kehilangan seorang teman yang kuanggap seperti adik, pergi karena sakitnya. Setiap orang selalu memiliki nilai masing-masing bagi orang lain. Maka walaupun bertemu banyak orang baru, ketika satu teman pergi, sedih itu menjadi mutlak.

2018, aku berkesempatan mengunjungi tempat-tempat baru. Tentunya atas izin dan baiknya Allah padaku. Supaya aku belajar lebih banyak dan bersyukur lebih sering.

2018 menuntutku untuk bersikap lebih dewasa. Mengesampingkan ego. Memikirkan orang lain. Apa yang dimiliki sejatinya titipan Allah. Apa yang dikeluarkan atau disedekahkanlah yang benar-benar menjadi milik kita.

2018 menyajikan berbagai rasa. Manis, asam, pahit ada. Menunggu sambil berekspekrasi. Degdegan bertemu orang. Cemas, khawatir, takut. Semuanya rasanya lengkap.

2018 menawarkan pilihan.

2018 mengingatkan lagi agar berharap hanya pada-Nya.

2018 mengajarkan untuk menjaga hati, dengan menjauhi hal-hal yang bisa menjadi celah setan masuk merusak hati. Tapi bukan perkara mudah. Masih menjadi PR yang mungkin berkepanjangan sampai akhir hayat.

Berbagai persoalan pekerjaan, keluarga, hati memberikan tantangan.. semoga ada ridho Allah pada tiap-tiap urusan.

Sesungguhnya ku ini lemah, maka 2018ku tentu banyak salah dan kurangnya. Mungkin ada pekerjaan yang salah. Mungkin ada hati yang kecewa. Mungkin ada hutang yang terlupa.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang tiada henti memberikan nikmat padaku hingga saat ini, tak terputus kasih sayang-Nya, padahal lalai ku tak terhitung. Memberiku kesempatan-kesempatan baik. Memberiku orang-orang baik.

Hal-hal baik di tahun 2018 ku yakin karena baiknya orang-orang yang mendo'akanku.
Kegagalan di tahun 2018 karena aku yang masih banyak kekurangan dan kesalahan.

Harapanku di 2019, di hari esok, tentu menjadi pribadi yang terus memperbaiki diri sehingga lebih baik. Dijauhkan dari penyakit hati. Semangat belajar, kalau ada kesempatan, bisa sekolah lagi. Lebih rajin lagi ngisi blog. Kurang-kurangin mantengin sosmed wkwk. Dan rencana-rencana yang diinginkan bisa terwujud aamiin.

Semangat untuk next 2019!!



Sabtu, 17 November 2018

Sedekah Jariah


Ini Al-Qur'an yang kupakai sampai sekarang. Pemberian seorang sahabat ketika kuliah dulu. Begitu ku cerita Al-qur'an ku ketinggalan di rumah, dengan semangatnya dia menawarkan diri untuk beliin yang baru. Aku diajak ke tempat beli Al-Qur'an, pilih sendiri. Seneng ga? seneng laah alhamdulillah..

Tapi ini sahabat saya cerdas juga. Dia berbuat baik sebenernya akan balik ke dirinya. Kalau ku ngaji pakai Al-Qur'an pemberian dia, otomatis dia dapet pahala juga :D kereeen! Udah 5 tahunan ku pakai Al-Qur'an ini cuy. Namanya sedekah jariah. Dia ga ngapa-ngapain, tapi dapet pahala..

Udah aja ku jadi terinspirasi kan. Aku beliin juga adik tingkat Al-Qur'an kebetulan dia belum punya. Wah, sahabatku dapet pahala lagi karena mencontohkan kebaikan, mantabss.

Makanya, kalau ada broadcast-broadcast iklan wakaf Al-Qur'an, itu juga kesempatan banget buat kitaa.. Apalagi kalau Al-Qur'annya dipake untuk calon-calon hafidz😁

Minggu, 11 November 2018

Dalam Lingkaran Cinta Itu..

Kemarin di kantor di Medan sana aku melihat 5 orang wanita melingkar di masjid, 1 nya berbicara, menerangkan materi sabar kalau ku tidak salah dengar

Aku hendak sholat ashar saat itu
Melihat lingkaran itu aku teringat sesuatu
Ku teringat lingkaranku, lingkaran semasa ku kuliah dulu, lingkaran cinta..

Setiap pekannya entah weekend atau kamis malam, kami berkumpul. Di masjid kampus tercinta atau di rumah murobbi kami. Kami bersepuluh, duduk melingkar, siap mendengar materi dan belajar.

Sebenarnya aku tidak mempedulikan masalah golongan atau apapun. Tapi yang ku dapatkan dan rasakan adalah bersyukur. Bersyukur atas nikmat ilmu dan nikmat teman-teman shalihah.  Di lingkaran itu kami berbagi cerita, keresahan, kebingungan, dan saling menguatkan ketika ada yang futur. Aku pribadi sangat terbantu dengan kegiatan tiap minggu ini. Saat mulai malas, lalu melihat mereka yang bersemangat, hati ikut tertular semangat. Punya teman yang sama-sama mau dateng kajian, juga menambah semangatt. Dipicu untuk punya hapalan. Dinasihati yang baik-baik.

Di lingkaran itu aku merasakan cinta. Cinta sesama muslim kepada saudaranya.
Di lingkaran cinta itulah kami men-charge ruhiyah kita yang satu minggunya sudah tertumpuk masalah-masalah duniawai.

Wanita-wanita ini adalah yang aku minta dulu ketika lulus kuliah entah diterima kampus mana, yang aku do'akan, do'a agar aku ditempatkan di tempat yang baik, yang bisa mendekatkan diri pada-Nya, didekatkan dengan teman-teman shalihah.. Maha Baik Allah.. T.T

Kangen euyy sama mereka. Beberapa sudah menikah dan sedang hamil :D

Sekarang sudah terpisah-pisah. Yang jabodetabek saja jarang bertemu. Semoga nanti bisa melingkar lagi bahkan di surga-Nya aamiin

Sekarang masing-masing sudah punya lingkarannya sendiri, di tempat barunya. Karena kami sadar kami sangat butuh charge semacam ini. Alhamdulillah lingkaranku di kantor biasanya senin siang saat istirahat, tapi tentu tidak segreget dahulu saat kuliah karena kalau sudah ada di dunia kerja seringkali tidak bisa rutin hadir, murobbinya pun mbak-mbak yang masyaaAllah sibuk juga :D
Semoga Allah memudahan urusan kita apalagi urusan kebaikan...

Uneg-uneg Terdalam

Semakin berumur, semakin tau kehidupan, semakin pusing ya..
Kadang saat badan remuk, pikiran menumpuk, sampai air mata mudah tumpah, hati tanpa sadar membersitkan keluh.

Duhai malu rasanya kalau berlemah-lemah. Nikmat-Nya jauuh lebih banyak dari sedikit ujiannya. Ia hanya menyentilmu yang mulai jarang berlama-lama dengan mushaf. Ia hanya merindukan do'a khusyukmu di sepertiga malam.

Sungguh, diri yang sering futur ini juga memupuk rindu.. Bukan tidak sadar lama-lama semakin merasa payah. Seringkali kecewa. Semakin tua kok semangatnya makin mengendur. Seringkali teringat masa-masa kuliah, Lingkungan kampus dan sahabat yang mengajak kebaikan menjadikan waktu 3 tahun yang paling produktif ada di sana.

Mari berdo'a agar hidayah-Nya selalu tercurah pada kita. Karena ketika iman naik, boleh jadi esoknya terjun bebas. Maka benar, istiqomah itu nyata sulitnya... Maafkan kami yang sok sibuk..

Ya Allah berikanlah hidayah-Mu selalu pada kami..

Selasa, 09 Oktober 2018

Come back

16.43
lagi nunggu jam-jam pulang. Naik bis jemputan masih 17.15. Iseng-iseng searching namaku di google. Dan mampir ke blog ini. Waaaahhh.

Baca-baca isi blog ini yang ada tu ketawa-ketawa, senyum-senyum sendiri. Lumayan juga ternyata blog ini ada dari 2013 dan last postnya 2016. Waktu kuliah dulu bisa nulis di tumblr ataupun blog. Begitu lulus, lebih banyak main tumblr, blog terlupakan.

Sampai akhirnya tumbr diblokir kominfo, sedih akutuu. Trus sampai sekarang bingung mau nulis di mana. Karena udah senyaman itu di tumblr. Sampai beberapa hari yang lalu sempet nanya di instastory, orang-orang yang suka nulis di tumblr sekarang nulisnya di mana. Ada yang nyaranin nulis di blog iniii wkwk terharu.

Setelah tadi baca-baca blog ini, boleh juga sekali-sekali nulis di sini lagi. Walaupun kalau blog isinya kok lebih ke curhat ya kalau saya ini wkwk.

I love to write. Tulis apa aja. Dan tentunya yang ditulis biasanya tergantung mood. Bisa cerita-cerita, tulisan singkat yang agak-agak puitis, atau sok-sok bijak gitu hehe. Terlepas ada yang baca atau nggak, aku suka buat jejak yang bisa aku lihat kembali di suatu hari nanti. Seperti barusan baca-baca blog ini dan kembali nostalgia apa aja yang pernah dialami dan dipikirin..

Sekian dulu, mau pulang. Semoga istiqomah tulis yang baik-baik :)

Kamis, 31 Desember 2015

The Last Grade

Dulu ketika awal-awal mengenyam bangku perkuliahan, seringkali mendengar kakak-kakak 2010 yang sudah lulus bilang kalau 3 tahun itu cepet banget. Dulu kalimat itu bagai angin lalu aja, tidak mau memberatkan diri melamunkan benar tidaknya. Ya namanya baru jadi anak kuliahan, pikirannya masih penasaran sama kehidupan kampus.

Seiring waktu berlalu. Ternyata diri ini sudah masuk tahun ketiga jadi mahasiswi. Tapi perasaan baru kemarin masih tingkat 1.. (makanya jangan bawa-bawa perasaan mulu). Tapi ini serius. Saya merasa waktu cepat sekali berlalu. Ternyata saya sudah melewati 5 kali UTS dan 4 kali UAS.

Kalau mengingat-ingat masa-masa ujian, ujian yang paling @#$#$%$#% adalah waktu semester 2. Kenapa?Karena jurusan saya mendapat jatah ujian pukul 08.00. Masih terkenang dengan sangat jelas betapa riweuhnya belajar ketika ujian semester 2 itu. Ketiduran terus T,T Dan terbukti IPK kami (rata-rata anak KBN angkatan 2013) turun, termasuk saya yang IPK-nya bagaikan meluncur dari perosotan. Kami sudah terlanjur dibuat nyaman dengan ujian semester 1 di mana masuk jam 14.00. Ketika tiba-tiba semester 2 jam 8, rasanya seperti mengalami shock culture. #WaktUjianMenentukanIP.

Ya itulah sekilas mengenai ujian.

Bagi saya, yang terasa paling cepat adalah ketika tingkat 2. Kalau kata orang kan ‘waktu terasa cepat ketika sedang bersenang-senang’. Memang ketika tingkat 2 bisa dibilang waktu saya lebih produktif dibandingkan ketika tingkat 1, dari segi akademis maupun organisasi. Saya pun melihat berbagai perubahan dalam diri saya, khususnya dari pola pikir. Mungkin karena tuntutan atau entahlah tapi saya bersyukur akan hal itu.

Tingkat 3. Ya inilah The Last Grade. Setelah saya melewati singkatnya 2 tahun yang sudah saya habisakan di sini, ternyata masa kuliah saya hanya tinggal 1 tahun lagi (malah kurang dari 1 tahun). Sadar akan hal tersebut, saya sudah mantap untuk mengisi sisa masa kuliah saya yang tersisa dengan sebaik-sebaiknya. Karena masa kuliah tidak akan terulang lagi (kuliah ambil D4 atau S1 pasti beda lagi rasanya). Besar keinginan yaitu untuk melakoni peran-peran saya dengan maksimal. Inginnya jadi sebaik-baik manusia, yaitu yang bermanfaat. Inginnya lebih banyak berkontribusi. Inginnya lebih banyak berbagi. Dan tentu inginnya lebih banyak belajar dan tidak menyiakan kesempatan yang ada.

Ketika teman-teman banyak yang memilih vakum dari organisasi, saya berpikir sebaliknya. Saya tetap harus ada aktivitas. Waktu kita hanya diisi oleh 2 hal yaitu hal yang bermanfaat atau sebaliknya. Saya yakin kalau saya tidak punya aktivitas, kemungkinan besar waktu saya akan banyak terbuang sia-sia. Karena begitu saya lulus nanti, saya baru akan menghadapi dunia yang sebenarnya. Dan saya yakin kita butuh banyak bekal untuk bisa beradaptasi dan survive.


Begitulah keinginaan dan harapan dari seorang mahasiswi tingkat akhir -yang tinggal bertemu 1 UTS dan 2 UAS, yang akan menghadapi TKD, yang akan PKL, yang akan lulus dan wisuda, -insyaaAllah. Berdasarkan mata kuliah manajemen proyek yang saya terima, dari semua tahapan manajemen proyek yang paling penting adalah perencanaan. Kita tidak tahu bagaimana masa depan kita. Setidaknya kita berani merencanakan dan mempersiapkan, baik itu dalam skala jangka pendek maupun jangka panjang.



Cerita kakak kelas bahwa 3 tahun selama kuliah itu cepet banget ternyata memang benar.

Senin, 14 April 2014

Ngabuburit Sendirian

Senin ini tertumben-tumbennya pulang cepet. Seharusnya udah dari jam 12 sih, tapi tadi sekelas syuting sama foto-foto dulu buat lomba acaranya KM KBN. Dan finally sampe kosan jam setengah dua. Sholat kemudian dilanjutkan dengan kegiatan “mencuci” bukan mencuci hati bukan. Cucian pasca makrab kelas kemarin lumayan banyak ik..tadinya mau laundry aja tapi emang rejekinya nyuci sendiri karna pulang cepet juga yoweslah.

Abis nyuci, ngetik, eh ketiduran. Bangun-bangun sudah sore hujan pula. Tadi sempet galau sore ini mau ngapain. Biasanya sih kalo sore luang gini ngajar ngaji. Tapi hari ini karna ketiduran juga yaudah ganti planning. Emang harus banget out from kosan ya? Iya! Karena kebetulan aku puasa, jadi harus beli makan buat buka. Fix banget abis mandi, sholat, siap-siap, langsung cuss melangkah ke Kalimongso. Belum menentukan pilihan sebenernya mau beli makan di mananya. Di jalan sambil mikir-mikir pengen beli gorengan juga tapi yang dimaksud adanya di Kalimongso gang Jengkol udah gitu di ujung pula. Yoweslah jalan aja terus dulu. Tiap hari senin, tiap malemnya ada pasar dadakan gitu. Disebutnya Pasar Jengkol. Sebelum maghrib tadi para penjualnya udah mulai buka lapak. Aku beli gorengan terus abis itu beli lauk. Sempet tergoda dengan jajanan-jajanan yang berjejer di situ tapi untungnya hati ini kuat menahan mengingat sisa lembar-lembar rupiah di dompet.

For the first time in forever sih ini sebenernya ngabuburit jalan sendirian sore-sore gini. Udah gitu dengan tujuan yang tadinya masih samar-samar. Jarang kan cewe yang mau jalan sendiri gitu. Aku sih udah biasa, soalnya dulu waktu semester 1 kosanku bagaikan terasingkan gitu jauh dari peradaban anak kosan. Nah karena kosan sekarang udah menjangkau tempat-tempat strategis kosan, no mager lah pokok’e. Eh masih sih mager mah tapi ya berkurang huehe. Biasanya aku pergi beli makan sama temen kosku naik motor tapi berhubung dia sore ini belum pulang yaudah no problem berangkat sendiri saja.

Tapi inti dari ngabuburit ini adalah aku jadi makin kenal sama daerah sekitar kampusku ini. Daerah yang akhir-akhir ini membuat mahasiswa/I resah dan gelisah karena lagi maraknya kriminalitas. Tiap hari ada aja berita kriminal yang tersebar di grup-grup whatsapp. Hii serem deh pokoknya padahal daerah sini rame loh. Selama di perjalanan tadi aku lewatin rumah-rumah yang agak mengiris hati. Dindingnya dari triplek-triplek dan kecil. Waktu aku lewat tadi pintunya kebuka (atau emang gada pintunya karena tiap aku lewat sana pintunya pasti kebuka). Biasanya aku lewat depan rumah itu naik motor atau jalan tapi malem dan lagi sama temen. Karena sekarang aku jalan sendiri dan masih sore, isi rumahnya lebih bisa aku liat. Dan you have to know itu padet banget. Tiba-tiba sekilas aku ngebayangin gimana mereka bisa hidup di sana. Gimana kalo aku yang tinggal di rumah itu? Omo……ga ada alasan untuk ga bersyukur sama yang Allah titipkan ke aku sekarang. Aku  merasa beruntung. Karena pada hakikatya memang semua orang ingin hidup baik dan cukup. Jadi bagi kita yang selalu merasa kurang, coba piker-pikir lagi deh. Selain itu di jalan aku juga lewatin anak-anak yang lagi pada teriak-teriak memperebutkan bendera partai. Kalian ngerti opo toh ndok-ndok..haha Tapi mereka bukan simpatisan partai pastinya, benderanya bakal dipake buat main. Ngeliat mereka bikin aku nostalgia ke masa-masa kecil dulu, masa-masa main adalah hal utama dalam hidup. Lagi-lagi aku pikir aku beruntung punya masa kecil yang indah, bermain bersama teman-teman. Tidak kenal aneka gadget. Alhamdulillaaaaah, jadi pengen balik ke masa itu deh wkwk.

Buat kalian-kalian yang udah jarang jalan (pake kaki) kemana-mana karena memilih memakai kendaraan pribadi, coba deh rasain sensasinya jalan terutama di lingkungan sekitar. Karena banyak hal-hal yang bisa dicermati, dipikirkan, dan direnungi bisa ditemukan dengan memperhatikan keadaan sekitar. Lihat aktivitas orang-orang, ketemu sama temen di jalan, kenalan sama orang di jalan (loh?). Kalo naik kendaraan kan ga mungkin bener-bener memperhatikan sekitar, harus fokus sama jalan di depan. Cobainlah sekali-kali dijamin ga nyesel :D

Kamis, 27 Februari 2014

Jalan Hidup

Malam ini aku pergi makan di *sensor* sama 2 temen kosku. Di kosan aku adalah anak termuda, ya jadi temen kosku ini wem mbak2 kabeh XD
Sayang sekali karena berbagai kesibukan, cuma kita bertiga yang bisa capcus. Padahal ini makan2 terakhir di luar sebelum aku sama mbak yulis pindah kosan huhuhuuu. Sebenernya di kosan ini udah peweee banget tapi karena berbagai pertimbangan yowes aku sama mbak yulis pindah. Sekalian pengalaman lah merasakan kehidupan di berbagai lingkungan. Padahal takut juga sih-_- takut ga seenak yang di sini.

Lupakan masalah kosan. 

Selain mbak yulis, yang satu lagi namanya ka Ivana. Mbak yulis sama-sama kuliah di stan, 1 spesialisasi (KBN). Ka ivana udah kerja di konsultan arsitektur.
Selama makan-makan tadi kita berbincang-bincang. Perbincangannya lebih ke curhat. Dari mulai cerita tentang arsitek ke jodoh ke jodoh ke jodoh ke pengalaman yang mengharukan. 

Awalnya ka ivana nih yang mulai. Dia bertaya padaku apakah sejak awal aku memang memilih stan sebagai bagian dari jalan hidupku. Jengjeng. Aku tarik napas dan mulai bercerita. Setiap cerita tentang hal ini pada siapapun aku pasti terbawa emosi. Emosi yang membawaku melintasi waktu, kembali ke 2013 mengingat-ingat tiap momen berharga yang aku alami. Khususnya saat-saat menunggu. Menunggu universitas mana yang mau mencantumkan namaku. 

Ketika teman-teman sudah mulai sibuk dengan aktivitas awal kampusnya. Aku masih Allah suruh bersabar. Banyak tekanan saat itu di pikiranku. Dan nggak akan aku uraikan di sini. Aku nggak pernah cerita selengkap-lengkapnya sedetail-detailnya tentang apa yang aku rasain di masa-masa itu. Karena aku akan menyita banyak waktu orang yang mendengarkan ceritaku ini. Jadi ya se-umumnya saja. Terlebih aku ini orang yang tertutup. Semua dipendam sendiri. Selain itu, cerita se-umumnya saja udah buat aku berkaca-kaca. Jadi tadi aku nangis di depan mereka. Entah aku lupa kapan terakhir kali aku menangis di depan orang lain. Sebenernya pengeen banget membagi cerita selengkap-lengkapnya walaupun ke 1 orang. Tapi belum ada orang yang pas aja buat diceritain. 

Sebelum di stan, mbak yulis udah merasakan bangku perkuliahan di universitas sriwijaya(unsri), palembang, jurusan arsitektur selama 2 tahun. Ia cerita bagaimana hidupnya begitu lancar dan lurus sampai saat ia memilih meninggalkan arsitektur untuk stan. Bagaimana perasaannya melihat teman-temannya yang udah semester 5 bahkan 6, dan dia baru mulai lagi di semester 1. 
Ka ivana dengan kisahnya yang juga dahulu nggak pernah terpikir jadi arsitek justru sekarang sering lembur karna pekerjaannya sebagai arsitek menyita waktu dan pikiran. Dahulu tidak direstui orang tua mau kuliah akuntansi di ui justru menemukan kebahagiaannya di arsitek.

Aku memang kecewa. Tapi aku insyaAllah sudah ikhlas. Aku sadar inilah rencana terbaik untukku. Dengan acara curhat-curhat tadi juga semakin menyadarkanku hidup ini rumit. Mbak yulis harus bisa ikhlas untuk yakin di sini ia akan dapat pengalaman lebih banyak. Dengan meninggalkan arsitek juga membuatnya sadar bahwa ia cinta dunia arsitektur. Ka ivana tetap di jalan passionnya walaupun banyak omongan arsitek itu keras. Memang benar, tapi kalo ia bahagia kenapa tidak, walaupun pendapatan belum seberapa. 
Semua sudah ada jalannya. Aku senang ada di sini. Tapi aku masih bercita-cita ada di sana, di kampus impianku. Setelah lulus D3, lalu kerja, aku akan lanjut S1 di ugm, S2 di luar negeri. Dengan uangku sendiri. InsyaAllah. Aamiin. Itu cita-citaku. Semoga Allah meridhoi. Aku tetap husnuzan cita-citaku ada di sana hanya tertunda. Justru aku akan kuliah dengan uang dari jerih payahku sendiri. Aku ditaruh di sinipun sungguh alhamdulillah, kuliah gratis, pengalaman luar biasa. Kalau cita-citaku tercapai berarti aku nggak merepotkan biaya kuliah bagi orangtuaku.

Aku bersyukur dengan jalan hidupku. Jatuh, bangkit, aku pernah cicipi. Tapi itu belum apa-apa, hanya pemanasan. Aku yakin di depan sana akan lebih keras. Pahitnya hidup akan menjadi manis dengan menyertakan Yang Maha Berkehendak dalam tiap langkah kita. Dan motivasi terbersarku saat ini adalah membahagiakan orangtua dan adik-adikku. Aku yakin keberadaanku di sini sungguh besar dipengaruhi do'a orangtuaku. Ridho robbi fii ridho wa lidayn.





Alhamdu?lillah :))))))

Selasa, 07 Januari 2014

Have you ever felt you are nothing?

Selasa, 12 November 2013

Pengurus MBM

*setel musik*
Assalamualaikum ya akhi ya ukhti~ Assalamualaikum ya akhi ya ukhti~ ^^
Akhirnya bisa ngeblog lagi fyuuuh #soksibuk. Aku mau share sedikit tentang ceritaku di stan yah :)
MBM apasih?apasih?apa?apaan?
MBM adalah.....................................................................Masjid Baitul Mal. Masjid yang ada di lingkungan stan. Semua mahasiswa(i)nya adalah anggota MBM. Dan yang berminat menjadi pengurusnya silakan mengikuti oprec yang diadakan MBM. Aku ikut oprecnya nih gais. Emang dari dulu sebelum kuliah udah niat akan ikut organisasi keagamaan. Gak lain gak bukan ya untuk memperdalam ilmu agama dan ingin jadi muslimah sholehah dan istiqomah. Aamiin. Aku sadar aku adalah seorang anak gembala yang labiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiil banget dalam soal kepatuhan syari'at. Nah untuk itu aku harus cari lingkungan yang ngebuat aku istiqomah dan berprinsip teguh~ Salah satu ikhtiarku yaitu alhamdulillah aku memutuskan daftar jadi pengurus MBM. Setelah oprec dan menunggu pengumuman yang agak lama (karena suatu hal) alhamdulillah lagi aku disms yang isinya aku diterima jadi pengurus MBM bagian wilayah. 

Wilayah apaansi? kayak mau penempatan aja #jreeeng.___. plis.masih.tingkat.1.plis.
Jadi gini, waktu wawancara, ditanyalah sama sang pewawancara aku pilih wilayah atau spesialisasi (spes di stan tuh semacam istilah jurusan gitu, ada spes akun, spes kebendaharaan negara, spes pajak,dll.). Entah kenapa aku males untuk berkecimpung di spesialisasi. Kayaknya monoton. Jadilah aku pilih wilayah. Sebelumnya aku tanya dulu apa tugas-tugas di wilayah, ya intinya terjun ke masyarakat. Walaupun aku pilih wilayah, aku bilang siap ketika ditanya gimana kalau aku dimasukinnya ke spesialisasi. yaudahlahya apa aja yang penting nyari rahmat Allah.

Ku menunggu...ku menunggu kau putuskanlah kekasihmu
Hari demi hari, minggu demi minggu, akhirnya aku dapet sms itu. Terus beberapa hari kemudian kita kumpul (akhwatnya aja lohyaa). Tugas Pertama! Mengajar ngaji anak-anak di mesjid sekitar kos! 'Okeelaaah~ga susah~' ya begitulah pikiran-pikiran dangkal yang terlintas begitu cepatnya-____- Ohiya karna kos-an-ku tempatnya jauh dari jangkauan anak-anak stan (tapi dekat dengan peradaban modern), mesjid di deket kosku udah maju damai sentosa makmur jaya. Jadi aku ngajar di MBM. Dan fyi aja, kosanku di daerah gerbang depan, MBM di daerah gerbang belakang. Yeay olahraga tiap sore jalan kaki pulang-pergi kosan-MBM!

Kemarin hari pertamaku ngajar. Sejauh ini ternyata.....................gak gampang ngajar bocah-bocah. Yang harus diingat adalah: gak semua anak itu unyu-unyu. Ada yang errrrrrrrrrrrrrrrrrrrr ya you knowlah. Dari ada yang udah kelas 5 SD, sampe ada yang masih belum cekulaah hffft. Di sinilah kesabaranku akan dilatih. Aku juga akan belajar bagaimana menghadapi anak-anak. Sampai saat ini jujur masih mengalami kesulitan. Tapi yakin kok lama-lama bisa! Namanya juga belajar!

Bersyukur bangetlah Allah membukakan jalan untukku belajar jadi lebih baik lagi. Ditempatkan di lingkungan yang insyaAllah baik bersama orang-orang yang baik :')

Intermezzo:
Hari ini hujan. Hujannya awet. Aku terjebak di MBM dan harus menunggu sebentar untuk hujan yang mulai mereda. Anak-anak pengajian sudah dipulangkan sedari tadi. Tapi tersisa 2 orang karena tidak ada yang menjemput mereka. Setelah mereda, aku dan 2 anak itu bergegas akan pulang. Masih gerimis besar. Ketika aku lihat ke luar MBM, ternyata air sudah membanjiri halaman. Aku perhatikan genangannya, kemudian tersadar, sepatuku menghilang! Dimana dimana dimanaaa~ Dicari-cari di sekitar gak ada. Eh tau-tau udah hanyut agak jauh -_- Untuk menggapainya aku harus menerjang banjir yang ternyata membuat selokan jadi ga keliatan. Fix banget kakiku masuk secara bergantian ke selokan itu dengan lincahnya. Dan seketika keseleo haaaaaaaaaaaaaaah. Sakit loh, sampe mataku berkaca-kaca, berlinang-linang :'' Rok basah, apalagi kaos kaki. Ah pokonya gitulah. Abis itu pulang deh, untung selalu bawa payung. Alhamdulillah sepatuku masih bisa ditemukan. Gaktau deh gimana ceritanya kalau aku dan sepatuku gak berjodoh untuk dipersatukan lagi...........ohiya makasih buat 2 anak itu, mereka bantuin aku nyari sepatu :') dan ngetawain aku yang kejeblos selokan :')

Kamis, 24 Oktober 2013

Orang Tuaku...

Jadi aku ini lagi sakit ceritanya, ga ceritanya jg sih, beneran-_- Gatau ini sakit apaan. Aku  belum pernah sakit kaya gini. Ibuku yang kemaren senin jenguk aku juga gatau ini sakit apa. Bukan penyakit dalem bukaan. Kasat mata alias keliatan pake mata kepala. Diajak ke dokter tapi aku gamau, karena ngabisin waktu, nanti aku ketemu umi cuma sebentar. Ga ke dokter aja ketemunya udah sebentar, gara-gara senin liburku direnggut oleh kuliah pengganti rrrrrr. Sorenya pun aku ada kegiatan, jadi gamau menyia-nyiakan waktu. Lagian capek ah plus mager. Terus akhirnya diputuskanlah liat beberapa hari dulu. 

Besoknya pas aku bangun tidur tiba-tiba ada rasa-rasa yang ga aneh lagi pas aku sendawa. Tereeeng, masuk angin. Hffft. Masih skala kecil banget sih pas aku bangun itu. Aku ketiduran, bangun lagi jam setengah 7. Dan asli parah ga boong ni badan rasanya buntel abis kayanya penuh sama angin. Pasti gara-gara asupan dari kipas angin yang udah melebihi batas kekebalan body nih._. Tanpa basa-basi aku ke kamar mandi, muntah-muntah terus juga mencr*t-mencr*t. Ah parah banget lah. Mana kuliah masuk jam 8, itu udah jam 7, belum sarapan T,T Buru-buru buat telur rebus. Masih panas udah dikupas, masih panas udah dimakan. Prinsip aku dari dulu, sarapan adalah wajibbb apa lagi kalo mau beraktivitas. 

Karena aku masih dalam kondisi sakit yang entah sakit apa, aku lagi dalam masa pemantauan kedua orang tuaku. Pagi itu aku disms ditanyain gimana badanku udah mendingan belum. Aku bales smsnya ditambah curhatan masuk anginku pagi ini. Ohiya itu aku smsannya sama umi. Pas udah di kampus, ternyata aku dapet sms juga dari bapak, yang nanyain keadaanku juga. Pasti bapak tau aku masuk angin dari umi.  Jadilah aku smsan sama mereka berdua :')) Jarang-jarang aku smsan sama mereka berdua dalam waktu yang barengan. Karena dimana ada bapak disitu ada umi (?) Di smsan aku sama umi, aku bercanda-bercanda gitu. Ada smsku yang tulisannya 'hehehehehehehehe' eh trus umi malah bales bilang aku bisa hehehehe disana umi nangis terus mikirin aku. Jleb. Aku tau sih ibuku ini emang cengeng kaya aku, eeh aku yang kaya ibuku kali ya wk. Sedih banget lah baca smsnya. Gamau banget buat umi nangis, khawatir. Dari kemaren-kemaren juga aku bingung mau sms mau ngabarin atau ga kalo sakitku yang entah sakit apa itu berefek ke sakit yang lain juga..nahloh bingung kan yang baca wkwk ya pokonya gitu dah. Akhirnya ga aku kasih tau soalnya takut bikin khawatir orang rumah. Ternyata...kalau aku kasih tau gimana coba jadinya-_- 

Sedih sih tapi ya pothink aja bukan apa-apa. Pothink bentar lagi juga sembuhbuhbuh u.u Selalu ada yang bisa disyukuri dari sesuatu yang kita pikir gaenak. Alhamdulillah walaupun sakit tapi aku masih bisa beraktivitas. Aku masih bisa masuk kuliah. Yaampun gamau banget ga masuk kuliah, absensiku nanti ada yang bolong. Di STAN tuh ketat banget soal absen, erat dengan DO.... Kalau sakit sih emang ga DO, tapi bisa-bisa ngulang kalo kebanyakan absen. 
Aku tau aku yang masih bisa beraktivitas walaupun sakit ini pasti berkat do'a orang tuaku. Mereka pasti selalu do'ain aku. Semua hal baik yang terjadi sama aku pasti selalu ada andil do'a orang tuaku. Termasuk aku yang berkesempatan kuliah di sini, itu berkat ridho orang tuaku. Alhamdulillah, selalu bersyukur dengan nikmat Allah ini, aku punya orang tua seperti mereka. Semangat membahagiakan orang tua!

Jumat, 18 Oktober 2013

Hai Akuntansi

Aku yang selama mengenakan putih abu-abu berkecimpung dengan dunia fisika, kimia, biologi, dan matematika kini saat duduk di bangku perkuliahan dipertemukan dengan lawan-lawan mereka. Akuntansi dan teman-temannya. Spesialisasiku di STAN memang bukan Akuntansi, spesialisasiku adalah Kebendaharaan Negara. Tapi aku juga belajar pengantar akuntansi sebagaimana mahasiswa spesialisasi lainnya. Yang kutahu akuntansi itu tentang pencatatan keuangan, itu saja. Benar-benar buta. Terbiasa bergaul dengan pelajaran ipa, otomatis aku berpikir ipa lebih seru daripada ips. Kalau opini yang termashur di kalangan abege-abege sih katanya pelajaran ips itu lebih mudah daripada ipa. Tapi dari dulu aku nggak terlalu peduli dengan opini macam itu karena pada dasarnya kan tiap orang punya bidangnya masing-masing yang nggak bisa diganggu gugat.
Sebelum masuk kuliah emang aku agak santai sih karena belum tau karakter matkul-matkulku nanti. Daaaan begitu aku udah merasakan euforia awal setiap matkulnya, aku punya 2 kesan penting! Catet ya 'penting'!
Asik! dan Ngantuk.......... 
Serius loh itu dari lubuk hatiku yang terdalam. Dosenlah yang punya andil besar dalam 2 kesan itu. Terutama 'ngantuk'. Pak, Bu, jangan bimbing kami ke alam bawah sadar...wkwk. Tapi ngantuk itu cuma sesaat banget sebenernya. Nggak lebih dari 15 menit deh. Tapi 15 menit tuh berasa banget kalau ngantuk. Tau-tau udah sempet hilang kesadaran aja dalam beberapa detik. Untung nggak bablas sampe beneran lelap. Atau mungkin belum...


Pengantar Akuntansi. Matkul ini matkul pertama yang aku terima. Hari selasa, dimulai jam 08.00 WIB, 3 SKS (1 SKS = 50 menit). Dosen masuk. Perempuan. Masih muda. Kerudung pink (kesan pertama bener-bener nancep dalam ingatan). Jutek. Perkenalan, inisial EM. Ngabsen dan nanya-nanya. Kegiatan tadi berlangsung ga sampe 50 menit. And it means kita masih punya waktu banyak untuk ber--senang-senang/sedih-sedih. Dari sd sampai sma kayaknya aku nggak pernah deh dapet pelajaran yang jam mata pelajarannnya lebih dari satu setengah jam per harinya. Oke ini kuliah. #kuliahitukeras. Tapi subhanallah......nggak berasa banget tau-tau selesai 3 SKS. Kenapa nggak berasa? Soalnya aku pusyiingg haha. Kuliah pertama udah bener-bener langsung to the point belajar. Kabar baiknya, nggak cuma aku kok yang mukanya celingukan karna masih kegok sama akuntansi. Berbahagialah teman-temanku yang dari jurusan ips apalagi yang smk-nya jurusan akuntansi apalagi yang udah sempet kuliah jurusan akuntansi. Yaa kamilah anak-anak dari ipa yang mukanya jadi sok-sok melas gitu. Ke-pusyiingg-an kita itulah yang ngebuat mata terus menatap sang dosen+buku super tebelnya+tinta spidol yang tertuang di papan tulis, ngebuat terlinga nggak mau kelewatan 1 huruf pun dari mulut Bu EM, dan ngebuat tangan, pulpen, dan buku selalu siaga berkoordinasi nyatet apa yang didapet mata juga telinga. Tapi kalau udah mulai ngerti, ternyata akuntansi itu lumayan asik yeay!


Pengantar Ilmu Hukum. Aaaaak dosen ini dari mukanya aja udah keliatan ramah banget. Beliau laki-laki paruh baya yang humoris. Matkul ilmu hukum sih buatku fifty:fifty, ada bagian-bagian yang seru dan ada juga yang kurang menarik. Walaupun cuma 2 SKS, aku masih suka sempet ngantuk ehehe.


Aplikasi Komputer. Jujur aja dalam 3 pertemuan belum sempet belajar aplikom nih. Pertemuan pertama cuma perkenalan aja. Sumpah dosen paling asik deh nih! Udah punya anak 1 tapi awalnya aku kira belum nikah malah, abis badannya nggak terlalu besar dan emang masih muda keliatannya. Karena masih muda ini kali ya jadi interaksi sama kita-kita jadi asik, keep gaul ya Bang! Pertemuan kedua sama ketiga, Beliau izin nggak hadir karena sibuk ngurus pendaftaran CPNS di STAN.

Statistika. Oh jadi gitu toh pelajaran statistik.... Dosennya pinterrrrr (yaiyalah dosen pinter). Beliau selalu buat buku. 

Pengantar Ilmu Ekonomi. Selain pengantar akuntansi, matkul ini juga menguras otak dan waktu kami selama 3 SKS tiap pertemuannya. Ada saat-saat ngantuk di sini... Tapi aku berusaha menyibukkan diri dengan mencatat supaya meminimalisir (bukan menghilangkan karena kecil kemungkinannya) ngantuk. Ekonomi ya belajarnya ekonomi-ekonomi gitu #plak. Buat semester 1 masih microeconomy.

Manajemen. JENGJENGJENGJENG!!!!!!!! This is The Most Wow Part. Materinya sih ya umumlah layaknya materi manajemen yang lain. Tapi dosennya itu loh yang bikin mahasiswanya selalu semangat. Kita nggak kenal kata 'ngantuk' di sini. Padahal kita berkutat selama 150 menit alias 3 SKS. Dosenku ini awewe, nggak muda juga belum tua. Pertama kali masuk aku yakin anak-anak sekelas pasti udah berancang-ancang nggak akan macem-macem, karena kita semua pasti mikir Beliau killer. Emang itulah kesan pertama kita semua. Beliau juga mengakuinya. Tapi yaampun nggak nyanga banget aku sekarang men-cap Beliau jadi dosen terkeren. Pembawaannya serius tapi santai, bercanda pun sering. Beliau sangat menghargai kami selaku mahasiswa begitu pun kami juga harus menghargai Beliau. Dari yang awalnya aku kira aku akan males banget sama matkul ini, sekarang jadi pengennya belajar manajemen terus <3 


Pendidikan Agama. Alhamdulillah dapet matkul agama. Ada spesialisasi lain (contoh: akuntansi, pajak) yang nggak dapet matkul agama dan pkn, tapi dapetnya bahasa indonesia dan bahasa inggris. Alhamdulillah dituntut menghapal surat. Alhamdulillah dosennya bersahaja, tenang, dan humoris.

Pendidikan Kewarganegaraan. Super ngantuk. Ampun Pak T.T

Ya itu dia 8 mata kuliahku selama tingkat 1 semester 1. Emang sih dari jaman batu juga semua orang merasakan hal yang sama terkait kecintaannya pada suatu pelajaran dilatarbelakangi peran pengajar yang sangat besar. Overall alhamdulillah bersyukur banget dapet dosen-dosen yang luar biasa hebat di bidangnya dan luar biasa baik. Merekalah yang mengajarkanku bagaimana membuat membuat balance sheet dalam penjurnalan, menunjukkan padaku wajah-wajah koruptor Indonesia yang sebelumnya mana kutahu, menyajikan data sejelas mungkin (manipulasi), menjelaskan apa itu opportunity cost, mengenalkan untuk apa manajemen diperlukan, memberi quote-quote dahsyat, dan sebagainya.

Siapa bilang aku tidak rindu belajar mekanika fisika? Aku rinduuuuuu. Namun rindu hanya sebatas rindu. Pikiran dan keinginan belajar ipa khususnya teknik sudah mengikis. Here I am. Apa yang aku dapatkan sekarang di luar batas hasratku dulu. The Best way from The Best Screenwriter.